Bagaimana Kriteria Wanita Sholehah Yang Menjaga Batas Auratnya

Pertama yang harus dilakukan oleh wanita sholehah tentunya harus mampu menjaga harkat dan martabatnya sebagai wanita. Diantaranya tahu, batas auratnya

Setiap wanita muslimah baik yang masih gadis maupun yang telah berumah tangga, pasti ingin disebut sebagai wanita sholehah.Karena dalam islam wanita sholehah merupakan harta yang sangat berharga, bagi orang tua dan juga bagi suami yang memilikinya. Pantaslah jika wanita-wanita islam hampir semuanya ingin menjadi wanita yang sholehah. Tak terkecuali mereka yang masih belum sepenuhnya mentaati perintah Allah dan RasulNyapun, tetap ingin disebut sebagai wanita sholehah. Jadi mereka sudah merasa sholehah menurut versi mereka sendiri.Padahal sebenarnya untuk mendapat sebutan sebagai wanita sholehah yang sebenarnya, tidaklah mudah dan gampang, Keimanan dan ketaqwaan jelas harus ada dalam diri wanita-wanita sholehah. Terutama bagaimana cara ia berpakaian.
busana wanita muslimah
dok world muslimah beauty


a. Mengulurkan Jilbab Keseluruh Tubuhnya


Pertama yang harus dilakukan oleh wanita sholehah tentunya harus mampu menjaga harkat dan martabatnya sebagai wanita. Diantaranya tahu, batas-batas aurat yang harus disembunyikan dengan rapat, dengan cara berpakaian muslimah yang berciri khas. Yakni mengulurkan jilbabnya dengan benar.

Memang dalam dekade terakhir ini, geliat jilbab marak terlihat dipakai di kepala-kepala wanita-wanita muslimah kita. ada yang sudah memakainya dengan benar, sesuai dengan ketentuan syari'at, ada yang memakainya dengan modifikasi tertentu, mereka bilang agar tidak kehilangan kecantikannya, ada pula yang memakainya asal nempel di kepala, sehingga berkerudung tetapi masih jelas kelihatan jambul rambutnya.

Jika dahulu, jilbab dipakai hanya oleh orang-orang yang sadar akan letak harkat dan martabat wanita yang berada di dalam kemampuannya menjaga aurat, maka sekarang maraknya wanita berjilbab adalah lebih banyak karena trend mark semata. Jadi kesadaran sepenuhnya bahwa jilbab adalah saranan untuk menutup aurat wanita, belum dimilikinya. Dengan demikian, memakainya pun dengan motivasi dan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang memang sadar berjilbab karena ingin memenuhi tuntunan syari'at islam, ada yang hanya sekedar mengikuti trend berjilbab, ada yang memakainya dengan tujuan menutupi rambutnya yang botak, ada juga yang memakai jilbab dnegan tujuan agar disebut wanita alim dan ada pula yang memakainya dengan tujuan ingin tampil lebih cantik. Karena ada juga wanita yang akan tampak lebih anggun dengan berjilbab. jadi niat mereka dalam menutup aurat belum sepenuhnya utuk mengakomodasikan syaria't islam.

Akan tetapi wanita muslimah yang benar-benar sadar dan mempunyai keluasan pengetahuan agama. dalam memakai jilbab, pasti dengan tujuan yang sebenarnya. hingga cara memakainya pun benar, sesuai dengan ketentuan syari'at (agama). Menurut ketentuan syariat pada diri wanita itu adalah merupakan aurat kecuali muka dan kedua telapak tangan, maka untuk memenuhi ketentuan itu wbagi wanita diperlukan memakai hijab. 

Yang lebih parah adalah wanita yang menolak berjilbab, karena berasumsi bahwa jilbab adalah pakaian orang arab, menurut mereka, jilbab adalah salah satu kiat yang di pakai wanita-wanita arab untuk menutupi angin padang pasar. Itu pendapat orang yang bodoh yang sangat konyol. Yang pasati dia belum membaca ayat yang memerintahkan kepada wanita-wanita muslimah berjilbab untuk menutupi aurotnya, inilah ayat tersebut :
" Katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan, hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kepadanya. dan jangalah menampakan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka atau putra-putra saudara perempuan merea atau wanita-wanita islam atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketehui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung". (Surat An-Nur : 31)

Maksud yang terkandung dalam ayat diatas adalah kewajiban wanita memakai jilbab (hijab) yang memenuhi ketentuan syari'at saaat keluar dari rumah. Yakni mengenakan pakaian yang dapat menutupi aurot. yang batasan-batasannya sudah di tentukan oleh agama berdasarkan pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Seorang wanita juga tidak boleh keluar dari rumah atau menampakkan diri dihadapan laki-laki yang bukan muhrimnya dalam keadaan bersolek atau memakai wewangian. Dia tidak melakukan hal ini karena mengetahui bahwa semua itu haram berdasarkan nash Al-Qur'an yang sudah tidak dapat di ragukan lagi maknanya. Wanita muslimah yang sadar bukanlah termasuk golongan wanita yang berpakaian, tetapi seperti telanjang. Maksudnya memakai pakaian tetapi aurotnya masih terbuka dengan bebas dapat di lihat oelh selain mahromnya. Pada era baru ini banyak wanita yang memakai pakaian yang harganya mahal akan tetapi aurotnya terbuka dengan bebas, misalnya betisnya, ketiaknya, rambutnya dan masih banyak lagi. Bagi wanita muslimah yang sadar tidak memperhatikan apakah pakaian itu harganya mahal atau murah, yang penting dapat menutup seluruh aurotnya. Wanita muslimah adalah mereka yang senantiasa memperhatikan dan mentaati perintah-perintah Allah yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an serta mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan Rasul-Nya mereka akan selamat dan sebaliknya bagi mereka yang tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan Rasul-Nya mereka akan sesat.

sebagaimana sabda Nabi SAW : "Dua golongan dari penghuni neraka yang sebelumnya tidak pernah kulihat yang seperti mereka berdua, yaitu orang-orang yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi, yang dengan cambuk itu mereka memukuli manusia dan wanita yang brepakaian tapi telanjang. berlenggak-lenggok dan bergoyang-goyang. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan sekian lama dan sekian lama"
Jadi ketika mengenakan busana muslimah, niatkan memakainya sebagai ciri khas wanita-wanita islam yang agung dan mulia, bukan karena mengikuti trend atau sekedar menurut himbauan ustadz-ustadz, guru-guru atau orang tua mereka. Akan tetapi karena memang telah mendapatkan kesadarn dan tergugah hatinya utnuk melaksanakan ajaran islam secara kaffah (sempurna) jika telah dapat meyakinkan hatinya dan mengamalkan rukun iman, kemudian mengamalkan pula rukun islam, mengapa tidak segera membungkus aurotnya dengan sempurna dan tidak setengah-setengah ?

b. Mengapa Merasa Sayang Untuk Berjilbab


Mereka sayang untuk berjilbab ?... perasaan seperti ini mungkin masih terselip pada sebagian wanita muslimah kita. Padahal hati kecilnya meronta dan tetap ingin disebut sebagai wanita sholihah.
Tak dipungkiri bahwa berjilbab memang membutuhkan lebih banyak biaya tambahan. Yakni tambahan uang untuk belanja jilbab dan kain panjang. Wanita-wanita yang enggan berjilbab, sedikit banyak karena faktor yang satu ini, disamping belum adanya hidayah dari Allah untuk memulai suatu kebaikan. Berbagai kekhawatiran masih tampak bergelayut pda wajah-wajah wanita muslimah yang enggan berjilbab. Hatinya membenarkan bahwa berjilbab adalah perintah Allah yang wajib dituruti kaum wanita, ia pun merasa berdosa ketika melihat kesholihah dan keanggunan wanita lain yang dnegan kibaran-kibaran jilbabnya. Namun pada sudut hatinya yang lain, masih merasa banyak yang disayangkan dan dikhawatirkan. Khawatir jilbabnya akan merusak rambutnya,,khawatir tidak bisa bebas bergaul, khawatir kecantikannya berkurang atau merasa kurang pantas dari segi penampilan alias kurang PD, merasa sayang mengeluarkan uang berlebih, buat belanja jilbab, khawatir tidak ada laki-laki yang melirik, takut kelihatan kuno dan ndeso dan berbagai kekhawatiran lainnya yang sama sekali tidak berdasar. Khusus untuk rambut wanita, pada sebagaian wanita memang merasa sayang untuk menutupi rambutnya, Bagi wanita rambut adalah mahkota kecantikan. Boleh saja wajah pas-pasan, tetapi kalau rambutnya oke, maka percaya dirinya pun akan tumbuh, Nah dari situlah maka nya wanita merasa sayang untuk menutupi aurot mereka yang bernama rambut. Mereka fikir, dengan mengenakan busana lengan panjang saja sudah memenuhi standar busana muslimah.

Jilbab bagi wanita ini, sebenarnya bukan merupakan masalah baru dalam syari'at islam. Dalam syari'at-syari'at Allah sebelum islam njuga sudah ada ketetapannya. Buktinya adalah ketetapan yang masih tertulis di dalam kitab-kitab suci lain, sekalipun isinya banyak yang diselewengkan. Kita lihat pakaian para biarawati dikalangan Nasrani di negara manapun, termasuk pula di Barat yang mirip-mirip dengan jilbab dalam islam. Jadi munculnya pemikiran yang hendak menentang dan mengingkari pakaian jilbab bagi wanita muslimah, jelas bertentangan dengan syariat Samawi yang berasal dari milla Ibrahim AS, Musa AS, dan ISa As yang menyeru kepada ketulusan dan keluwesan, seperti yang telah diserukan oleh islam. Pengingkaran terhadap jilbab (Hijab) sama dengan menciptakan celah dalam agama Allah yang diturunkan bagi seluruh manusia sepanjang zaman, yang membawa risalah dari generasi kegenerasi yang lain, utnuk membangun kehidupan manusia diatas landasan kebenaran, keutamaan dan kebenaran hakiki.

c. Dampak Dunia Akhirat Bagi Wanita Yang Enggan Berjilbab


Berbagai kekhawatiaran diatas merupakan sebuah persepsi yang sangat keliru, Karena perintah Allah adalah menutup seluruh aurat wanita yang bisa menimbulkan fitnah dan kadang membawa kemudharotan baginya. termasuk rambutnya, Mengapa?.. karena tak jarang laki-laki juga tergoda melihat keindahan rambut wanita, hingga menimbulkan niat jahat dalam hatinya. Jika sudah demikian, bukankah kasus berbagai pemerkosaan dan pelecehan seksual dengan korban wanita-wanita muda, bukan 100% salahnya si pemerkosa ?. mereka berbuat jahat, pertama karena memang telah ada niat jahat dalam hatinya. Kedua, tentu karena adanya peluang dari wanita yang di incarnya, untuk meluluskan niat jahatnya tersebut peluang tersebut antara lain karena pakaian seronok, aurat yang di umbar oleh wanita tersebut.

Saidah Aisyah Ra meriwayatkan sebuah hadits yang didengarnya sendiri dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata : "Allah merahmati para wanita muhajirin, Ketika Allah menurunkan ayat hijab yang bersembunyi :... dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung didadanya..." maka mereka langsung merobeki baju-baju mereka lalu maka menjadikannya sebagai kerudung !."
Kebanggan Rasulullah SAW ketika melihat begitu antusiasnya wanita muhajirin dalam menyambut seruan Allah, membuat beliau secara spontan mendoakan wanita-wanita muhajirin itu sebagai wanita yang senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah.

Dan juga dalam suatu riwayat yang lain dari Syafiyyah binti Syaibah, dia berkata "Wanita Quraisy dan kelebihan mereka !" Saidah Aisyah Ra berkata : "Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memang mempunyai kelebihan. Tapi demi Allah, aku tidak melihat yang lebih utama daripada para wanita Anshor, tidak pula yang lebih membenarkan Kitab Allah dan lebih beriman kepada ayat yang diturunkan. Telah diturunkan surat An-Nur :" ...Dan hendaklah mereka menutukan kain kerudung kedadanya...". maka suami-suami mereka langsung berbalik menemuinya dan membacakan apa yang telah diturunkan Allah kepada mereka itu. Seorang laki-laki membacakannya kepada istrinya, putrinya dan saudarinya dan setiap kerabatnya yang wanita. Maka setiap wanita mengambil pakaian-pakaian wol yang sudah ada gambar-gambar binatang lalu melipatnya sebagai pembenaran dan keimanan kepada apa yang telah Allah turunkan. Mereka berada di belakang Rasulullah SAW sambil mengerudungi kepala, seakan-akan atas kepala mereka ada beberapa ekor burung gagak. !"

Inilah dia wanita-wanita yang mempunyai harga diri tinggi, ia berusaha menjaga dirinya bukan saja dari amukan mata-mata yang penuh syahwat, tetapi juga menjaga dirinya dari amukan jilatan lidah api neraka. maka dengan segera mereka menyambut apa yang diperintahkan Allah, melalui firman yang baru turun itu.

Wanita-wanita yang mengaku bahwa dirinya telah 'Sholihah' sebenarnya harus iri hati dengan wanita-wanita-wanita muhajirin dan anshor ini. Allah merahmati mereka oleh sebab apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, yang berhubungan dengan urusan kewanitaan, maka mereka sesegera mungkin, seolah-olah berlomba untk memenuhi ajakan firman Allah tersebut. Betapa bangga mereka jika merekalah yang lebih dahulu bisa melaksanakan ajaran Al-Qur'an. Bisa dibayangkan, kemantapan iman mereka. betapa lurus iman mereka. betapa penuh keyakinan dan kecenderungan mereka kepada kebenaran saat ayat yang diturunkan kepada mereka. memang bagi setiap wanita yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya harus memiliki iman yang benar. tidak mengikuti kecuali mereka-mereka yang memang memiliki keutamaan. Dia memakai lambang-lambang kebangaan islam tanpa merasa terbebani, rela meninggalkan buka-bukaan, bersolek dan berhias yang sebelumnya mereka lakukan.

d. Kita Patut Kagum Dengan Ketegaran Wanita Ini !


"Panas, risih dan ribet.....!" itulah salah satu alasan mengapa masih ada wanita muslimah yang enggan mengulurkan jilbabnya. Padahal jika seandainya wanita ini sadar akan tragisnya hidup setelah kehidupan dunia ini, yakni kehidupan akhirat yang panasnya beribu-ribu kali lipat bahkan berjuta-juta kali lipat panasnya orang yang memakai jilbab, mungkin mulutnya akan terbungkam dari seribu keluhan mengenai panasnya berjilbab. Padahal kita tinggal di daerah tropis yang beriklim sejuk. Bagaimana jika mereka tinggal ditengah gurun padang pasir dengan tingkat kepasanan sekian derajat celsius ?. Padahal wanita-wanita arablah (sebagaimana wanita muhajirin dan wanita-wanita anshor) yang menjadi pelopor sejati dan merupakan wanita-wanita yang dengan sangat cepat bersegera menuju ketaatan dan ketundukan terhadap perintah Allah. Namun dari mulut-mulut mereka yang penuh cahaya iman. tidak ada keluhan sedikitpun bahwa memakai jilbab membuat sekujur tubuh merasa gerah, panas dan ribet segala macam.

Kita patut kagum jika mendengar jawaban dari seorang wanita yang menutupi dengan rapat seluruh auratnya, dalam kisah nyata sebagai berikut : "ada seorang wanita yang senantias memakai hijab dan ketegarannya tak berbeda jauh dengan ketegaran wanita muhajirin dan Anshor, ketika dia ditanya oleh seorang wartawan asing yang datang di Universitas Damascus, mengapa dia tetap mengenakan jilbab dan sabar, padahal pada hari itu udaranya sangat panas dan menyengat ?". inilah jawabanya yang mensitir sebuah ayat Al-Qur'an :"Katakanlah, Api neraka Jahanam itu lebih panas lagi!".

Benar-benar dia adalah wanita yang memiliki kesadaran iman dan keteguhan hati yang tinggi. Wanita seperti inilah yang bisa meramaikan rumah tangga muslim, mendidik generasi yang utama, mengisi masyarakat dengan patriot-patriot yang handal dan profesional serta penuh keimanan dan ketaqwaan.

Melihat nada penuh keimanan dan ketaqwaan dari jawaban wanita diatas, jelas sangat sinkron dengan keadaan wanita-wanita zaman sekarang. Dalam era globalisasi ini antara satu negara dengan negara lain bagaikan tidak ada jarak hingga mengakibatkan berbaurnya kebudayaan dalam negeri dengan kebudayaan luar negeri (asing). Kebudayaan asing yang diserap oleh wanita-wanita muslimah kita dengan tanpa memilah dan memilih, membuat wanita meniru gaya-gaya orang asing dari segi berpakaian maupun dalam hal makanan. Kebiasaan masyarakat modern yang membiarkan para wanitanya berpakaian secara bebas dan buka-bukaan, merupakan bukti penyimpangan mereka dari petunjuk Allah SWT, bukan saja di negara islam tapi juga di negara manapun di dunia ini. Kita tidak perlu terlalu heran jika orang-orang barat tidak peduli terhadap penyimpangan ini, tak ambil pusing degnan munculnya berbagai model pakaian yang memamerkan aurat wanita, karena mereka memang tidak mendapatkan tatanan yang pasti dalam kitab mereka yang sudah diselewengkan.

Akan tetapi, kita adalah beda dengan mereka. Kita adalah wanita muslimah yang setiap saat membaca dan mendengarkan Al-Qur'an yang masih asli, tidak ada penyelewengan atau perubahan didalamnya. Jadi sudah semestinya kita tidak boleh tinggal diam terhadap penyelewengan tersebut. pada diri muslim tidak boleh ada kelalaian, kelemahan dan meremehkan sesuatu yang membungkus hakikat agama mereka. Sebab berbagai nash yang konkrit maknanya di dalam Kitab Allah dan Sunnah-sunnah Rasul-Nya. Senantiasa menyentuh jiwa dan mengetuk telinga kita. Apakah dengan semua itu hati nurani kita tidak tersentuh ?

Al-Qur'an juga memberi peringatan dan ancaman kepada siapa saja yang menyalahi perintah Allah dan Rasul-Nya, bahwasanya dihari akhir nanti pasti ada balasan atau siksaaan yang sangat pedih. Sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nur ayat :63: Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.

Sesungguhnya ada seorang wanita muslimah, dimana pada setiap harinya ia memakai pakaian mode masa kini, dengan pengumbaran aurat di mana-mana. Dengan kondisi yang memprihatinkan seperti itu, ia tetap ingin disebut sebagai wanita sholihah. Maka dimana letak keshalihannya ? sedangkan pakaian yang ia pakai saja rawan terhadap kerendahan harga dirinya. Ingat bahwa wanita sholihah adalah mreka yang mampu memerangi nafsu untuk pamer aurot. Membuang sejauh-jauhnya keinginan mendapatkan pujian sebagai wanita seksi yang mulus bodinya, hitam rambutnya dan lain sebagainya, dimana pada umumnya pujian itu sangat disukai wanita.

Untuk menuju kesholihan, maka seorang wanita harus menunjukkan sikap yang menunjukkan kepribadian islami, menjaga diri dari hal-hal yang rawan dapat menghancurkan harga dirinya.

oleh : Imam Mundhir Ar-Raisyi
Wanita dan Harga Diri

COMMENTS

Nama

Cantik,22,Culture,13,Download,10,Ebook,8,Ekonomi,8,Info Unik,22,Islami,19,Kesehatan,30,Lifestyle,13,Misteri,11,News,7,Resep,58,Software,2,Sport,4,tips,38,Viral,1,
ltr
item
Wanita Di Dunia | Inspirasi Untuk Semua Wanita Di Dunia: Bagaimana Kriteria Wanita Sholehah Yang Menjaga Batas Auratnya
Bagaimana Kriteria Wanita Sholehah Yang Menjaga Batas Auratnya
Pertama yang harus dilakukan oleh wanita sholehah tentunya harus mampu menjaga harkat dan martabatnya sebagai wanita. Diantaranya tahu, batas auratnya
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhk1PHZKIhGHYD3CKsiDt9Vq_TrcmDfw8tPXKHBM0cjEiRpAgTPmbbgf0AQBleB90IN0wkLXQhup2kpEnDyx7PDYFr3EX7Zw-xxoMX1ZLky3svfJVTZgXqhSOy6fXRdrqmMa8qXwlVfM3cpMdeBhE57j4OuWgWKrXsf4ptfEW88zpOmtatKdRviOJsu5A=w320-h213
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEhk1PHZKIhGHYD3CKsiDt9Vq_TrcmDfw8tPXKHBM0cjEiRpAgTPmbbgf0AQBleB90IN0wkLXQhup2kpEnDyx7PDYFr3EX7Zw-xxoMX1ZLky3svfJVTZgXqhSOy6fXRdrqmMa8qXwlVfM3cpMdeBhE57j4OuWgWKrXsf4ptfEW88zpOmtatKdRviOJsu5A=s72-w320-c-h213
Wanita Di Dunia | Inspirasi Untuk Semua Wanita Di Dunia
https://www.wanitadidunia.my.id/2021/12/wanita-sholihah-yang-menjaga-auratnya.html
https://www.wanitadidunia.my.id/
https://www.wanitadidunia.my.id/
https://www.wanitadidunia.my.id/2021/12/wanita-sholihah-yang-menjaga-auratnya.html
true
9054871969432153677
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content