Bagaimana Wanita Bisa Menjadi Ibu Seutuhnya Untuk Keluarganya

Tugas seorang ibu merupakan tugas yang sangat penting. anak tanpa ibu, bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Kehalusan sifat anak kurang nampak,

Tugas seorang ibu merupakan tugas yang sangat penting. anak tanpa ibu, bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Kehalusan sifat anak kurang nampak, jika di asuh tanpa belasan kasih sayang seorang ibu. Disisi lain, menjadi seorang ibu bukanlah tugas yang mudah. Berbagai persoalan pelik kadang membelitnya. ia harus menjadi wanita penyabar dan penyayang, memprioritaskan kebutuhan anak-anaknya. Meskipun bukan berarti bahwa demi anak, seorang ibu harus mengabaikan (kebutuhan) dirinya, meninggalkan segala kenikmatan Allah dalam kehidupan dan menjadikan kehidupannya sebagai jahanam lantaran keharusan untuk mencurahkan perhatiannya semata-mata untuk sang anak.

Namun, kita harus mengakui bahwa tugas kaum ibu sangat berat menuntut pengorbanan sejumlah hal demi masa depan anak-anaknya.
wanita sebagai seorang ibu
Metha Yunatria, Istri Uki Noah (Instagram @methayuna).jpg

a) Mengutamakan Kewajiban Sebagai Ibu


Salah persepsi yang terkadang melanda kaum ibu adalah, bahwa seorang wanita yang mengkonsentrasikan diri mengurus rumah tangganya adalah wanita kuper, yang berada dalam jajahan suami. Padahal yang sebenarnya, dialah wanita sejati, yang mampu mengangkat harkat dan martabat dirinya dihadapan suami dan anak-anaknya. Seorang wanita yang betul-betul memperhatikan kepentingan anaknya bukanlah kaum ibu yang terbelakang atau hidup di abad pertengahan. Dan mengurus kepentingan anak bukanlah sebuah bentuk pengabdian dan tidak akan mendorong kepada kebinasaan. Melainkan kewajiban fitrah yang semestinya dilaksanakan.

Tugas seorang ibu tidak bisa dianggap ringan. Peran keibuannya dalam rumah tangga adalah peran yang sangat penting, mencakup pemenuhan kewajiban material dan spiritual. Seorang ibu harus selalu sibuk memikirkan dan membentuk perencanaan untuk mendidik anaknya secara lebih baik. tidak hanya itu namun juga berusaha mewujudkan keselarasan antara keinginannya sebagai wanita itu dan istri dalam hal pemenuhan kebutuhan-kebutuhan. Seorang ibu juga harus mengetahui hal-hal apa yang tidak boleh diajarkan kepada anak. Itu dimaksudkan tak lain untuk kebaikan anak itu sendiri. Rasa tanggung jawabnya yang besar dan kesadarannya yang tinggi sebagai seorang ibu, membuatnya dengan cepat menyadari bahwa dalam dunia pendidikan. tak ada sesuatupun yang dianggap tidak penting. Karena itu seorang ibu yang baik tidak pernah memandang remeh kewajiban pendidikan anak tersebut. Dengan kata lain, kaum ibu harus berusaha menyelesaikan masalah pendidikan anak secara bersungguh-sungguh.

Dalam hal kemewahan dan kesenangan diri, tidak bisa disalahkan jika ada seorang wanita yang masih mempunyai keinginan menikmati kesenangan hidup, berkaitan dengan dunia kewanitaannya, meskipun ia telah menjadi seorang ibu, Misalnya membeli perlengkapan rias, memakai perhiasan emas,baju model terkini, kerudung yang sedang tren, aneka macam suplemen untuk pemutih penghalus wajah, pelangsing, pewangi dan lain-lain atau majalah-majalah wanita yang sedang memuat berita terhangat. Tentu sah-sah saja semua keinginan itu dimaksudkan untuk menambah sayang dan cinta suami kepadanya atau untuk memperoleh kesenangan dan ketenangan. Namun hal itu bisa berubah menjadi hitam, jika dirinya mengutamakan kesenangan yang bukan kebutuhan primernya, sedangkan karenanya anak menjadi terlantar kebutuhan vitalnya, seperti susu dan berbagai asupan gizinya. Tentu bukanlah sebuah aib dan tidak jadi soal pabila pasangan suami-istri ingin mencapai puncak kelezatan dan kesenangan dalam hidup berumah tangga. Asalkan kelezatan dan kesenangan tersebut tidak sampai menjadikan keduanya mengabaikan dan mengorbankan anak dan kehidupanya.

Seorang wanita yang mengutamakan kewajibannya sebagai ibu, akan tampak luhur dan agung. Sifat keibuannya yang mampu membawa dirinya kepuncak penghargaan suami kepadanya. Keikhlasannya menjadi seorang ibu menjadikan diterimanya ikatan kasih sayangnya kepada si anak. Jika tidak ada sifat keibuan yang dilakoninya dengan rasa pengabdian yang tinggi maka perannya sebagai ibu hanya akan menjadi sesuatu beban yang pahit dan menyakitkan bagi dirinya sendiri.

b) Ibu Yang Mengorbankan Kesenangan Demi Anak Itu Wajar


Seorang wanita akan merasakan kehidupan yang lama sekali, jika dirinya telah menjadi seorang ibu, Ya demi mengasuh anak dengan baik, ia harus mengabdikan banyak kesenangan pribadinya, melakukan banyak pengorbanan diri dan memikul badan yang jauh lebih berat. dalam keadan ini, ruhani, jiwa, terlebih fisiknya akan senantiasa dibayang-bayangi ancaman bahaya. Jika kelezatan dan kesenangan pribadi dijadikan tujuan hidup, niscaya kaum ibu tidak akan mempu menghindari bahaya yang akan merusak proses pendidikan anak-anaknya.

Menjadi ibu seutuhnya bukan berarti bahwa ia harus mengabaikan kehidupannya dan meninggalkan dunianya demi sang anak. Ia tetap memiliki hak bagi kehidupannya sendiri pada waktu-waktu tertentu di siang hari maupun malam hari. Pada saat itu, kaum ibu dapat memikirkan ihwal dirinya dan kepentingan-kepentingannya sendiri. Kepentingan yang menyangkut hubungan masyarakat seperti silaturahmi, bertakziah, memperbaiki hubungan dengan tetangga dan lain-lain.

Efek buruk yang terjadi, jika seorang ibu hanya berkutat dirumahnya meskipun dengan alasan sibuk ngurus anak, tetap akan mendapat penilaian negatif dari orang luar, lagi pula sebuah pribadi yang terasingkan dan tidak memiliki hubungan kemasyarakatan akan dipandang sebagai pribadi yang sakit atau setidaknya pribadi yang tidak memiliki tujuan hidup. Akibatnya, dari sisi ilmiah, ia akan menjadi terasing dan rawan melakukan penyimpangan. Karenanya kaum ibu harus hidup bersama masyarakat. Asalkan, semua itu tidak sampai menjadikan dirinya mengabaikan sang anak dan proses pendidikannya. Keharusan untuk hidup bermasyarakat ini, hendaknya tidak dimanipulasi oleh wanita untuk hidup berhura-hura di luar rumahnya. Dari sudut pandang apapun, adalah penting membatasi kegiatan seorang ibu untuk bermewah-mewahan dan mengerjakan hal-hal yang tidak berguna. Jika dilihat dari sudut pandang agama syariat yang suci jelas tidak memperkenankan seorang wanita, baik masih gadis maupun yang telah bersuami Mengikuti berbagai macam godaan kemewahan dan hal-hal yang tidak berguna di luar rumahnya. Sedangkan dari sudut pandang ekonomi, terlalu banyak kegiatan di luar rumah, tentu akan membuat kebutuhan anggaran belanja semakin membengkak titik adapun dari sudut pendidikan, anak tentu akan meniru perilaku ibunya titik ini lantaran sang Ibu merupakan contoh dan teladan bagi sang anak.

Jangan berkecil hati, karena Islam dengan semua syariatnya bukanlah sebuah kekakuan. kemewahan dan kesenangan dapat diterima asalkan diperkenankan syariat dan tidak menyebabkan umur seseorang menjadi sia-sia, karena tenggelam dalam hal yang tidak berguna. Baik akal maupun hawa nafsu sama-sama memainkan peran penting dalam kehidupan ini. Namun dalam hal ini akal harus menguasai hawa nafsu meskipun seorang wanita terkenal dengan tonjolan perasaannya daripada akalnya, namun jika ia mampu menguasai perasaan dan nafsunya kemudian berjalan dengan hati nurani dan akal Nya, maka dialah wanita dan seorang ibu yang hebat. Berdasarkan hal itu, seorang muslimah dan ibu yang baik harus hidup secara sederhana. bahkan, sekalipun keluarganya hidup berkecukupan dan termasuk kelas menengah atas dalam hal perekonomian. Pengeluarannya sampai melebihi batas batas kesederhanaan, maka itu akan dipandang sebagai sikap mubazir dan berlebih-lebihan. Dengan demikian bukan bertambahnya harga diri, tetapi hancurnya kehormatan seorang ibu yang diperolehnya ringkasnya kaum Ibu boleh saja bepergian, mencari hiburan dan bersama-sama, asalkan selalu memperhatikan batasan-batasan syariat. Jika tidak, kehidupannya Niscaya akan dipenuhi kesedihan dan kejenuhan.

Satu yang perlu dicatat oleh seorang ibu, jika menghendaki kehidupan yang tenang dan damai, kemudian juga menginginkan anaknya tumbuh menjadi sosok yang cemerlang ia harus meninggalkan banyak kemewahan dan kesenangan yang bersifat pribadi serta berusaha mencegah anak dari kesia-siaan dan segenap hal yang tidak berguna. Tentu tidaklah mudah melakukan pengorbanan demi anak jika masih kuatnya kecenderungan dan keinginan pribadi. Dalam hal ini usaha pengendalian keinginan dan hawa nafsu untuk kemudian mengikuti akal sehat, dipandang sebagai sebuah seni yang agung, yang bisa mengangkat harkat dan martabatnya sebagai seorang ibu.

Tunduk atau mengikuti godaan nafsu, adalah perbuatan seorang ibu yang berotak miring. akan halnya kesadaran dan ketakwaan membuat seseorang tak mudah menyerah pada bujukan hawa nafsu beserta segenap apa yang tersimpan berupa kelezatan sesaat yang hanya akan mendatangkan penyesalan berkepanjangan. Seseorang yang berakal sehat tak akan menukar penyesalan dan kerugian Abadi dengan secuil kelezatan yang bersifat sementara. Inilah perjuangan seorang ibu dalam membahagiakan

c). Mungkinkah Seorang Ibu Mampu Berkhianat


Fitrah seorang anak, apa lagi jika ia masih balita, pasti memerlukan perlindungan dan pertolongan. Sosok ibu lah sebenarnya yang amat diharapkan. karena seorang ibu lah yang diharapkan dapat membimbing dan menuntun kedua tangannya. Bila tak seorangpun Sudi melindungi dan menolongnya niscaya ia akan tergelincir dalam kesesatan. bisa dibayangkan, jika ada seorang ibu yang tega berkhianat atau mengabaikan tanggung jawab keibuannya, melalaikan anak-anaknya demi bersenang-senang, Lantas apa artinya nilai-nilai keibuan dan apa pula makna dari pendidikan?

Tidak tahu?.. tentu itu hanya omong kosong dan bualan ibu yang tidak bertanggungjawab. Mau enaknya saja, tanpa tidak mau bertanggung jawab dari anak hasil keringatan yang telah Ia rengguk dengan suaminya. Bayangkan saja, betapa banyak orang tua dan warga masyarakat pada umumnya yang harus membayar mahal ketidaktahuan dan kesalahan seorang ibu, yang tidak mau mempedulikan nasib dan masa depan anak-anaknya. Dari seorang ibu yang tidak bertanggung jawab akan tumbuh bak Lumpur dan rumput liar anak-anak yang hidup dengan tujuan yang pasti.

Bentuk penghianatan seorang ibu, adalah Jika ia larut dalam tradisi meniru-niru wanita lain yang hidup dengan gaya glamor. Apapun yang dilihat menyenangkan, ia akan menirunya. Tak terpikirkan lagi anak-anak di rumah yang sedang mengharapkan belaiannya. Mereka acapkali menghabiskan waktunya dengan berbagai kesenangan, hiburan dan bergadang bersama dengan alasan waktu siang harinya telah dihabiskan di pabrik atau kantor pemerintah. Selain itu, mereka juga merasa berhak untuk memperhatikan keadaan diri sendiri. ibu-ibu semacam ini hanya akan mewariskan berbagai pengaruh yang sangat buruk kepada anaknya sangat mubazir dan keterlaluan jika kaum Ibu gemar meniru orang lain secara berlebihan dan menghabiskan waktunya di tempat-tempat hiburan demi bersenang-senang. Seorang ibu yang hanya mencari-cari mode pakaian trendy dan hobi bersenang-senang, memamerkan pakaian dan perhiasan, serta sering meninggalkan dan melalaikan anak-anaknya yang dititipkan kepada orang lain demi melewatkan malam harinya di tempat-tempat hiburan, sungguh tidak pantas menempati kedudukan ibu yang agung. Tanggung jawab keibuan jauh lebih tinggi dan mulia ketimbang semua itu.
Seorang ibu yang mengedepankan sikap dan perilaku Seperti di atas, berarti ia telah kehilangan makna keibuan seorang ibu. Sebab makna keibuan yang sesungguhnya dari seorang ibu adalah rela berkorban dan mengesampingkan kesenangan serta kelezatan hidup pribadi demi kebahagiaan sang anak. Pada akhirnya, keibuan adalah perwujudan cinta mutlak dan kerinduan sejati kepada sang anak.

Iya, seorang ibu yang melakukan penghianatan kepada anak-anaknya, Bukankah Ibu sejati Mungkin ia adalah monster wanita yang rela kehilangan kesenangan dan hura-huranya hingga melalaikan kebutuhan anak-anaknya atau menitipkannya kepada seorang pengasuh agar dirinya dapat menghabiskan waktunya demi bersenang-senang serta memamerkan pakaian dan perhiasan mahalnya. Sosok yang demikian tak lain dari sosok penghianat yang menyamar sebagai ibu!. Sebab tidak ada penghianat yang lebih besar ketimbang perbuatan seorang ibu yang tidak mau mengasuh, bertanggung jawab, berlaku adil dan menunaikan kewajiban terhadap anaknya sendiri. Pengasuh atau pembantu rumah tangga adalah orang-orang yang bekerja demi memperoleh imbalan segepok uang titik di samping itu mereka tidak mampu memberikan kasih sayang seorang ibu kepada sang anak apalagi sampai menggantikan kedudukan ibu.

Seorang pembantu mengasuh anak karena memang ia dibayar untuk itu titik kasih sayang yang diberikan tergantung sebesar Apa gaji yang diterimanya. Seorang pembantu atau pengasuh anak sesungguhnya tidak tahu apa yang dikehendaki anak karena hanya ibulah yang mengetahuinya. Namun bagaimana mungkin kita mengetahui apa yang dibutuhkan anak-anak, sementara mereka selalu tidur dalam dekapan seorang baby sister?. Seorang anak yang sering terbangun ketika tidur dan tidak dapat menahan kencing di malam hari, pada dasarnya Tengah berusaha melakukan perlawanan dan penentangan terhadap sosok Ibu seperti ini.

Jika seorang wanita ingin menjadi Ibu yang mempunyai harga diri lagi bermartabat dimata suami dan anak-anaknya hendaknya jangan menjadi penghianat dalam rumah tangganya. Ibu yang sejati adalah wanita-wanita yang mampu menjadi ibu dengan seutuhnya.

d). Menghindari Sumpah Serapah Pada Anak


Sumpah serapah sangat tidak wajar keluar dari mulut seorang ibu sejati. apalagi yang disumpahi nya adalah anak sendiri. bisa dibayangkan keburukan sifat yang tergambar saat mendengar seorang ibu yang menyumpahi anaknya, sebandel apapun anaknya itu.

Memang harus diakui bahwa mengurus serta mendidik anak, memerlukan ketelatenan dan kesabaran yang luar biasa. Kesabaran yang dimaksud ini adalah bisa menahan diri dari main pukul sumpah serapah atas semua tingkah polah anak baik yang buruk maupun yang baik.

Di sisi lain harus disadari pula bahwa siapapun dia, Jika ia adalah seorang anak di bawah umur, tentu lebih banyak memerlukan bimbingan dan arahan. Pun seandainya Iya berbuat yang kurang berkenan di hati ibunya, bukan Sumpah serapah Yang berhak diterimanya. Namun justru belaian tangan ibu yang disertai ucapan lembut sebuah nasehat tentang keburukan sikapnya. Sebab apapun nasab seorang anak, bernasab mulia atau biasa, keturunan nan orang baik-baik, bahkan seorang kiai atau keturunan orang pasi, tentu tidak bisa disuruh untuk berbuat yang serba manis, serba menyenangkan hati orang tua. Dengan bertambahnya pengetahuan anak, akan bertambah pula tingkah polahnya. Secara psikologis, itu Justru harus disyukuri, sebab ada perkembangan dari segi kematangan mentalnya.

Untuk itulah, seorang ibu sebenarnya sangat pamali menggunakan mulutnya untuk mengata-ngatai atau bahkan menyumpahi anak. Ingat! Bahwa baik buruk ucapan ibu terhadap anak kandungnya, itu merupakan doa yang Mustajab. Merujuk pada hal di atas tak salah jika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang para ibu untuk menyumpahi anak-anaknya karena dikawatirkan sumpahnya itu terkabul pada saat pengucapan Sumpah itu. Karena ridho Allah terletak pada Ridho orang tua. Hal itu telah diterangkan dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan Jabir radhiallahu anhu: Janganlah kalian menyukai diri kalian dan jangan pula menyumpahi diri anak-anak kalian dan harta kalian, kalian tidak mengetahui saat permintaan atau doa dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan Sumpah itu.

Di mana saja, seorang wanita yang dengan ringannya sering mengata ngatai anak dengan ucapan-ucapan yang kasar, tentu akan mendapatkan penilaian yang kurang dari orang lain hanya wanita-wanita yang berhati keras dan berlidah kasar saja yang tega menyumpahi anaknya dengan kata-kata kotor ( goblok, tolol, bloon, biar samber gledek dll). mentang-mentang jadi orang tua, Iya bisa seenaknya mengeluarkan sumpah serapah, tanpa beban moral sedikitpun titik mengeluarkan kata-kata kotor pada anak, sama dengan memberi contoh yang buruk pada anak. Dan suatu saat ucapan kotor yang keluar dari mulut ibunya itu akan ditiru dan diumpan balikan kepada orang lain, kepada orang tuanya sendiri atau kepada anak-anaknya kelak, sebagai ajang balas dendam. maka bisa kita saksikan, jika ada seorang anak yang suka mengeluarkan omongan omongan kasar dan kotor, lihat saja bagaimana ayah dan ibunya dalam berperilaku di tengah masyarakatnya sebab tingkah laku anak adalah cermin didikan orang tua.

Demikianlah, kesabaran dan ketelatenan memang benar-benar menjadi tuntutan seorang ibu dalam berakhlak. Sabar dalam mendidik dan mengurus anak, yakni menahan diri dari mengeluarkan sumpah serapah, dikala anaknya sedang menggoda dengan sikap-sikap yang menjengkelkan. Meskipun hanya mengurus anak-anak yang dilahirkan dari rahimnya sendiri jika tidak dilandasi dengan iman dan takwa yang benar-benar kuat dikhawatirkan dengan sadar atau tidak, akan mengeluarkan ucapan sumpah serapah kepada anaknya Di saat dia sedang dilanda emosi.
Sudah banyak kasus dari keluarga yang ibunya atau bahkan ibu dan bapaknya bermulut kasar, suka mengata ngatai anak dan menghukum anak dengan tingkat kesalahan yang tidak seimbang, dalam perkembangan selanjutnya membuat mental anak menjadi apatis, kurang PD, tertutup, pemurung dan berbagai dampak buruk yang semula tidak diperhitungkan sama sekali.
Siapa saja wanita yang ingin menjadi Ibu sejati yang bermartabat, selayaknya ia tidak berturut kan nafsu emosinya, sehingga terlontar lah kata-kata yang kurang sedap didengar telinga sehat.

Oleh:
Imam Mundhir Ar-Raisy

COMMENTS

Nama

Cantik,22,Culture,12,Download,10,Ebook,8,Ekonomi,8,Info Unik,22,Islami,18,Kesehatan,29,Lifestyle,13,Misteri,11,News,7,Resep,58,Software,2,Sport,4,tips,38,Viral,1,
ltr
item
Wanita Di Dunia | Inspirasi Untuk Semua Wanita Di Dunia: Bagaimana Wanita Bisa Menjadi Ibu Seutuhnya Untuk Keluarganya
Bagaimana Wanita Bisa Menjadi Ibu Seutuhnya Untuk Keluarganya
Tugas seorang ibu merupakan tugas yang sangat penting. anak tanpa ibu, bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Kehalusan sifat anak kurang nampak,
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi8lP9ZmzFUeacvEazXXKdDwLReigWmSNjfkLe6wLVTAYvhzw13ekKfSm8IyWFtsGNLRXX8KeK5zE2vm_Ardkjoh8KZYCYrZVtRW2b6x5-yB1a0RnhPKdFI1mt9j-4QsQX4S_fGo1ufVrqnvbK-EWhOqeT-9FwjpVvUxmVtfEubGcmOeKZkFuTuBGBF3g=w320-h214
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEi8lP9ZmzFUeacvEazXXKdDwLReigWmSNjfkLe6wLVTAYvhzw13ekKfSm8IyWFtsGNLRXX8KeK5zE2vm_Ardkjoh8KZYCYrZVtRW2b6x5-yB1a0RnhPKdFI1mt9j-4QsQX4S_fGo1ufVrqnvbK-EWhOqeT-9FwjpVvUxmVtfEubGcmOeKZkFuTuBGBF3g=s72-w320-c-h214
Wanita Di Dunia | Inspirasi Untuk Semua Wanita Di Dunia
https://www.wanitadidunia.my.id/2021/11/bagaimana-wanita-bisa-menjadi-ibu.html
https://www.wanitadidunia.my.id/
https://www.wanitadidunia.my.id/
https://www.wanitadidunia.my.id/2021/11/bagaimana-wanita-bisa-menjadi-ibu.html
true
9054871969432153677
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content